Rabu, 07 Mei 2014

05. ORIENTASI DAN PENEMPATAN

Definisi Orientasi
       Orientasi adalah upaya pelatihan dan pengembangan awal bagi para karyawan baru yang memberi mereka informasi mengenai perusahaan, jabatan, dan kelompok kerja (Mondy 2008).
       Orientasi bertujuan membantu para karyawan baru menyesuaikan diri dengan memperkenalkan mereka pada:
      Peran mereka masing-masing
      Organisasi dan kebijakannya
      Rekan-rekan kerja mereka

Format dan Kegunaan Dasar Orientasi (Mondy 2008)
       Format orientasi bersifat unik untuk setiap perusahaan. Namun beberapa kegunaan dasar diuraikan sebagai berikut:
      Situasi kerja. Karyawan baru perlu mengetahui bagaimana jabatannya diselaraskan ke dalam struktur organisasi dan tujuan-tujuan perusahaan.
      Kebijakan dan Aturan Perusahaan. Para karyawan harus memahami kebijakan-kebijakan dan aturan-aturan yang terkait dengan jabatannya masing-masing.
      Kompensasi. Para karyawan memiliki minat khusus dalam memperoleh informasi mengenai sistem imbalan.  

Format dan Kegunaan Dasar Orientasi
       Budaya Perusahaan. Budaya perusahaan mencerminkan panduan perilaku bagi para karyawan yang meliputi segala sesuatu mulai dari cara berpakaian hingga cara berbicara.
       Keanggotaan Tim. Kemampuan dan kemauan seorang karyawan baru untuk bekerja dan berkontribusi dalam tim perlu diperkuat.
       Pengembangan Karyawan.  Para karyawan perlu disadarkan akan pentingnya kemampuan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang terus-menerus berubah.
       Sosialisasi. Untuk mengurangi kecemasan yang mungkin dialami para karyawan baru, perusahaan harus mengambil langkah-langkah untuk mengintegrasikan mereka ke dalam organisasi informal.

Topik-Topik Orientasi
       Isu-Isu Organisasional
      Sejarah
      Organisasai
      Nama dan jabatan para eksekutif utama
      Jabatan dan departemen karyawan
      Denah fasilitas fisik
      Masa percobaan
      Produk atau jasa yang dihasilkan
      Tinjauan proses produksi
      Kebijakan dan peraturan perusahaan
      Peraturan kedisiplinan
      Buku saku karyawan
      Prosedur dan penegakan keselamatan
       Hak-Hak Karyawan
      Skala bayaran dan waktu bayaran
      Cuti dan libur
      Waktu istirahat
      Tunjangan pelatihan dan pendidikan
      Konseling
      Tunjangan asuransi
      Program pensiun
      Layanan-layanan organisasi bagi karyawan
      Program rehabilitasi
       Perkenalan
      Dengan atasan
      Dengan rekan-rekan kerja
      Dengan pelatih
      Dengan penasihat karyawan
       Jabatan
      Lokasi
      Tugas-tugas
      Persyaratan keselamatan
      Tinjauan jabatan
      Tujuan
      Hubungan dengan jabatan-jabatan lainnya

Manfaat Program Orientasi (Werther & Davis 1996)
       Mengurangi kecemasan karyawan
       Karyawan baru bisa mempelajari tugasnya dengan lebih baik
       Karyawan memiliki ekspektasi yang lebih realistis mengenai pekerjaannya
       Mencegah pengaruh buruk dari rekan kerja atau atasan yang kurang mendukung
       Karyawan baru menjadi lebih mandiri
       Karyawan baru bekerja dengan lebih baik
       Mengurangi kecenderungan karyawan baru untuk mengundurkan diri dari pekerjaan

Penempatan Karyawan
       Penempatan (placement) adalah penugasan (assignment) atau penugasan kembali (reassignment) seorang karyawan pada sebuah jabatan baru.
       Sebagian besar keputusan penempatan diambil oleh manajer lini, dalam hal ini atasan langsung karyawan yang bersangkutan.
       Peran departemen SDM adalah memberi saran kepada manajer lini mengenai kebijakan perusahaan dan memberikan konseling kepada para karyawan

Jenis-Jenis Penempatan
       Promosi: Karyawan dipindahkan ke posisi lain yang lebih tinggi, baik dari segi bayaran, tanggung jawab, dan/atau level organisasionalnya. Ada dua jenis promosi:
      Berdasarkan prestasi
      Berdasarkan senioritas
       Transfer: Karyawan dipindahkan ke posisi lain yang setara, baik dari segi bayaran, tanggung jawab, dan/atau level organisasionalnya.
       Demosi: Karyawan dipindahkan ke posisi lain yang lebih rendah, baik dari segi bayaran, tanggung jawab, dan/atau level organisasionalnya.

Kaitan Penempatan dengan Orientasi
       Meskipun dalam promosi, transfer, maupun demosi yang ditempatkan adalah para karyawan yang telah bekerja di perusahaan (bukan karyawan baru), namun mereka tetap perlu menjalani orientasi terkait dengan jabatannya yang baru.
       Memang para karyawan tersebut bisa jadi sudah memahami dengan baik mengenai aspek-aspek umum perusahaan, seperti strategi, kompensasi, peraturan, dan sebagainya. Namun mereka sedikit banyak pasti mengalami kecemasan terkait masalah interpersonal dan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan barunya.

Kecemasan Karyawan yang Mengalami Perpindahan Posisi
-          Apakah saya mampu melaksanakan pekerjaan baru dengan baik?
-          Apakah saya akan diterima dengan baik di unit kerja yang baru?

Referensi
       Mondy, R.W., 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kesepuluh (terjemahan), Jakarta: Penerbit Erlangga.
       Werther, W.B. & Davis, K., 1996, Human Resources and Personnel Management, 5th Ed., Boston: McGraw-Hill.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar